Selasa, 01 Januari 2013

Orang Gila Berwirausaha ??

Welcome to kukukukuruyuk.blogspot.com

Sebelumnya Admin ngucapin HAPPY NEW YEAR  buat  kalian pembaca setia blog ini, moga di tahun 2013 ini kalian semakin jadi sumber inspirasi bagi semua orang

Inspirasi kali ini datang dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta
Gambar 1. Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta
Yupss...bener broo...kali ini kita berhadapan dengan orang berkelainan jiwa

 Berdasarkan data kependudukan Indonesia sedikitnya 20% penduduk dewasa di Indonesia pada tahun 2007 menderita gangguan jiwa, dengan empat jenis penyakit langsung yang ditimbulkannya yaitu depresi, penggunaan alkohol, gangguan bipolar, dan skizofrenia. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta pada tanggal 25 November 2008 jumlah penderita gangguan mental pasien skizofrenia jumlah penderita gangguan mental rawat inap pada 3 bulan terakhir (April, Mei, Juni), sebanyak 209 orang, dimana 122 berjenis kelamin laki-laki dan 87 orang adalah perempuan.
Penderita gangguan jiwa sering mendapatkan stigma dan diskriminasi yang lebih besar dari masyarakat disekitarnya dibandingkan individu yang menderita penyakit medis lainnya.Hal ini tampak lebih jelas dialami oleh penderita kelianan jiwa, mereka sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, misalnya perlakuan kekerasan, diasingkan, diisolasi atau dipasung.Mereka sering sekali disebut sebagai orang gila (insanity atau madness).Orang gila atau disebut orang kelainan jiwa biasanya memiliki kecenderungan untuk mengalami kekambuhan setiap saat sehingga membutuhkan penanganan medis dan perlu perawatan di Rumah Sakit Jiwa.

Namun ketika sudah mendapatkan perlakuan melalui pengobatan serta adanya dukungan keluarga, merekamampu berkembang kearah positif secara maksimal, dalam arti ke arah manusia yang kembali sehat mentalnya.Tentunya mereka bisa kembali lagi menjadi manusia yang memiliki hak dan kewajiban sebagai mana mestinya yakni bersosialisasi, bekerja dan berkarya.
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuanorang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan sosial(pergaulan,pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasaingin tahu, rasa aman, perasaan religiusitas, tidak mungkin terpenuhi tanpabantuan orang lain. Namun sayangnya, keberadaan orang yang pernah mengalami kelainan jiwa, sering mendapatkan sikap yang tidak baik dari masyarakat. Padahal untuk kembali di dalam masyarakat mereka membutuhkan dukungan sosial.
Dukungan sosial dalam hal ini adalah bantuan yang nyata atau tingkahlaku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan subjek di lingkungansosialnya atau yang berupa kehadiran dan hal-hal yang dapat memberikankeuntungan emosional atau berpengaruh pada tingkahlaku penerimanya. Dalamhal ini, orang yang merasa memperoleh dukungan sosial secara emosional merasalega karena diperhatikan, mendapat saran atau kesan yang menyenangkan padadirinya.Maka salah satu cara untuk menumbuhkan rasa sosialisasi, empati, dan dukungan sosial adalah melalui pelatihan jiwa wirausaha.
Pelatihan kewirausahaan sebagai salah satu cara untuk membekali keterampilan padaorang kelainan jiwa yang sedang menjalani pengobatan. Mereka diajarkan nilai-nilai kerjasama, rasa saling menghargai, berkreasi, berekspresi dan menumbuhkan rasa percaya diri.Pelatihan jiwa wirausaha ini diberikan untuk membekali sikap mandiri dan siap untuk terjun ke masyarakat.
Produk yang dihasilkan bervariasi sesuai dengan daya kreativitas dan kemampuan mereka melalui pengarahan dari pihak-pihak yang dilibatkan. Produk yang akan dihasilkan berupa perabot rumah tangga seperti serbet, kemoceng dan lainnya; asesoris seperti gantungan kunci dan hiasan dinding dan masih banyak lagi. Bahan yang digunakan berasal dari bahan bekas medis seperti jarum suntik, botol infuse, kaos tangan dan lainnya serta menggunakan bahan murah.
and then tanggal 1 April 2012 tim kami mengajukan proposal ke dikti coy..and alhasil 1 bulan berikutnya kami lolos dan siap mengadakan kegiatan tersebut

gambar 2. tim melakukan rapat persiapan pelatihan
gambar 3. mengurus perijinan terstrukutur ke pihak RSJD
gambar 4. mengurus administrasi



gambar 5. tim melakukan konsultasi dengan pakar psikologi jiwa di rehabilitasi
gambar 6. Survei pasien

gambar 7. persiapan pelatihan (deg-degan juga ni)
gambar 8. pada saat pelatihan
gambar 9. pasien mulai merangkai kerajinan tangan yang dilatihkan
gambar 12. hasil karya pasien separuh jadi (vendel dari kain flanel, ditengah dapat diberi ucapan)
gambar 11. jeng-jeng-jeng hasil karya pasien yang pertama sudah jadi ( Vendel  Flanel ) --Rp. 20.000,-



dan akhirnya sampai saat ini bertambah banyak hasil kerajinan pasien yang mulai dipasarkan antara lain:


gambar 12. aneka bross flanel (harga aneka mulai dari Rp.2000,- sampai Rp. 15.000,-)
gambar 13. hiasan dari sedotan plastik -- Rp. 25.000,-

gambar 14. gantungan kunci berbentuk boneka shaun --Rp.6000,-

Hingga saat ini hasil kerajinan tangan pasien yang paling laris di pasaran yaitu:
gambar 15. Produk Unggulan dari pasien RSJD Solo---Lamping Ayam ---Rp. 15.000,-

So...kalau mereka aja bisa,,kenapa kita gak...dan kami harap kalian buang jauh-jauh deh perasaan diskriminasi ke orang berkelainan jiwa, karena selain mereka manusia seperti kita,,sebenarnya mereka masih bisa menghasilkan karya-karya yang lebih hebat dari dugaan kita bro

Tulisan ini kupersembahkan buat kalian yang masih tidur dalam angan-angan empuk kepalsuan dunia! Ayo Bangun !!berkaryalah bro!!

kukukukuruyuk..... (")<



*)thanks to my team:
-Memet Sudaryanto - UNS
-Yuni'ah - UNS